CARI

Memuat...

HOME

Sabtu, 15 Februari 2014

Contoh Pemberhentian Siswa dengan tidak hormat



KEMENTERIAN AGAMA

MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTABUMI

Jl.Perintis Candimas No.11 Kotabumi Lampung Utara

Telp.(0724) 22253 Kode Pos 34581

 

KEPALA MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTABUMI
LAMPUNG UTARA

MEMUTUSKAN

KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTABUMI
Nomor : MA.08.3 / PP.006 / 121 / 2014
TENTANG PEMBERHENTIAN SISWA YANG MELANGGAR TATA TERTIB
DAN DISIPLIN SISWA MAN KOTABUMI

Menimbang

Bahwa saudara META SARANA  NIS : 9952054961 yang terdaftar sebagai siswa MAN  terhitung sejak tanggal  14 Juli 2011 telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan Komite Disiplin dan Tata Tertib MAN Kotabumi

Mengingat

  1. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Surat Keputusan Kepala MAN Kotabumi  tentang Tata Tertib dan Disiplin Siswa

Menetapkan
PERTAMA




KEDUA


KETIGA
MEMUTUSKAN

: Terhitung mulai tanggal 13 Februari 2014  memberhentikan siswa
a. N a m a  : Meta Sarana
b. N I S      :  9952054961
c. Kelas      :  XII IPS 4

: Sejak tanggal berlakunya keputusan ini, maka siswa yang     bersangkutan dihilangkan hak-haknya selaku siswa MAN Kotabumi
Lampung Utara
: Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini dapat diadakan perbaikan dan peninjauan kembali sebagaimana mestinya.

Surat Keputusan ini disampaikan kepada Orang Tua/Wali dari siswa yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Kotabumi
Pada tanggal   : 13 Februari 2014
Kepala





Drs.H.TOTONG SUNARDI,MM
NIP.19680311 199403 1 004

Tembusan Yth :
1.         Ka. Kanwil Kementerian Agama Prop Lampung
2.         Ka. Kantor Kementerian Agama Kab. Lampung Utara


Selasa, 14 Januari 2014

AMAL ITU HARUS IKHLAS




AMAL ITU HARUS IKHLAS

Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”
“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”
Pemuda itu diam…lalu berkata,
“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”
“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”
“Jelas dong tuan…”
“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”
Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”
“Lho kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”
“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”
Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”
“Saya harus bagaimana tuan…”
“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.
“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah?”
Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau.